18 Langkah Lengkap Memulai Podcast

Jadi kamu ingin tahu cara memulai podcast? Keren!

Dengan artikel ini kita akan membahas setiap tahap untuk membuat acara podcast kamu sendiri, mulai dari perencanaan sampai publikasi. Jadi kamu akan tahu persis cara membuat podcast, dan bisa langsung mulai membuat podcast kamu sendiri!

Simak 18 langkah ini untuk memulai!

Merencanakan Podcastmu!

Pada bagian ini, ada dua pertanyaan yang harus kamu tanyakan:

1. Tujuan Podcast Kamu

Pertama, kamu harus tahu kenapa kamu ingin membuat podcast. Apakah kamu seorang freelancer, pebisnis atau manajer pemasaran? Jika demikian, kamu mungkin telah tahu bagimana podcasting dapat membangun membangun otoritas dan memberi pelanggan/audiens dengan target konten yang bermakna dan menghibur.

Atau apakah kamu melihat podcasting sebagai hobi? Ini berarti kamu akan membuat acara di waktu luang dan subjek akan menjadi sesuatu yang kamu tekuni atau sukai.

Dalam kedua konteks, penting untuk kamu dapat mengidentifikasi “mengapa” di sini sehingga kamu dapat tetap termotivasi, bahkan ketika kamu merasa sulit untuk melanjutkan acara kamu.

2. Siapa pendengar podcast kamu?

Target audiens podcast

Setelah kamu tahu “mengapa”, sekarang kamu harus tahu “siapa”

Kalau kamu ingin mengembangkan acara kamu dan mendapatkan audiens, penting untuk tahu persis siapa kamu membuat podcast, dan mengapa kamu melakukannya.

Dari sudut bisnis, misalnya kamu ahli keuangan yang ingin membuat podcast tentang tips dan trik mengelola keuangan, maka target audiens kamu mungkin orang-orang yang tertarik pada hidup hemat, investasi, atau tren fintech.

Ataupun kamu ingin membuat acara hobi, mungkin kamu tertarik dengan misteri dan horror maka target kamu hanyalah orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Mereka mungkin penggemar mitos, video game seperti Dread Out, Pamali, dan film-film seperti Pengabdi Setan, Danur.

Banyak orang yang memulai dengan membuat persona pendengar. Itu ide yang bagus, dan membantu menjelaskan mengapa seseorang ingin mendengarkan konten kamu. Persona itu adalah sesuatu yang perlu diingat setiap kali kamu merencanakan sebuah episode:

“Apakah, Yoga, persona pendengar kita, seperti ini? Apakah ini difokuskan pada apa yang dia sukai atau apa yang diminati?”

Persona dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu membantu kamu menjaga acara kamu fokus dan tetap pada jalurnya, yang keduanya dapat membuat konten lebih menarik.

Masih bingung cara menentukan siapa pendengar kamu? Baca: Menentukan Siapa Pendengar Podcast Kamu

Setelah kamu tahu siapa yang ingin dijangkau, pertanyaan berikutnya yaitu bagaimana kamu menjangkau mereka? Jawabannya, kamu perlu memberi orang alasan untuk mendengarkan dengan membuat konten yang akan bermanfaat untuk mereka.

3. Berikan alasan untuk didengarkan

Apakah kamu memberikan informasi yang akan membantu seseorang mengelola keuangan (kalau kamu ahli keuangan), atau melakukan wawancara yang sangat menghibur dengan salah satu sutradara film favorit kamu (untuk podcast horor kamu), kamu harus memberikan nilai tambah untuk pendengar.

Jangan hanya memberi mereka alasan untuk mendengarkan, tetapi kamu juga memberi mereka alasan untuk kembali. Penting untuk memikirkan hal ini pada tahap perencanaan.

Bisakah kamu menulis 10-15 episode potensial yang akan disukai audiens target?

Merencanakan Podcast

Memberi Nama Podcast

4. Menamai acaramu

Ada 3 pendekatan yang dapat kamu ambil untuk menamai acara podcast kamu:

Clever Name

Kamu mungkin memikirkan nama yang terkesan intelek atau cerdik untuk acara kamu. Tapi sebelumnya ingat bahwa audiens harus dapat menemukannya dengan mudah ketika mencari informasi tentang topik kamu.

Jika kamu memiliki nama yang cerdik dan catchy untuk acara kamu, maka jangan lupa untuk menambahkan deskripsi ke judul kamu. Tidak ada gunanya konten yang bagus jika tidak ada yang bisa menemukannya.

Sebagai contoh, acara Motivasi Lo. Mungkin namanya kurang menggambarkan isi dari acara podcast ini. Jadi, untuk memberikan sedikit deskripsi, dapat juga digunakan tagline: It’s okay to be you dan you can be proud of it.

Nama yang deskriptif

Pilihan yang mudah adalah dengan menamai acara kamu dengan apa yang dicari oleh target audiens kamu. Jika ahli keuangan memanggil podcastnya Investor Cerdas, maka sama sekali tidak ada keraguan tentang apa acara itu. Ini dapat menjadi inspirasi untuk kamu, meskipun mungkin mengurangi betapa mudah diingatnya.

Hindari nama yang panjang dan bertele-tele jika kamu memilih nama yang deskriptif. Ingat kamu harus mengucapkan nama podcast cukup banyak saat merekam suatu episode, jadi pastikan itu mudah kamu ucapkan!

Menggunakan Nama Kamu Sendiri

Pendekatan ini kurang direkomendasikan, kecuali kamu sudah punya audiens sendiri. Jika seseorang memulai acara motivasi dengan nama ‘Curhatan Kayla’, orang-orang akan berpikir “siapa itu Kayla?” dan beralih ke podcast lainnya.

Sekali lagi, kamu dapat memasukkan ini ke dalam nama acara bersama dengan sesuatu yang deskriptif seperti podcast Lead with Purpose by Irma Nerida. Tetapi hindari menamai acara setelah kamu tanpa detail lainnya.

Merencanakan Episode 

Setelah kamu menentukan jenis konten yang akan kamu produksi, sekarang kita dapat membahas tentang episode dari acara kamu.

Nah, ketika kamu ingin memulai podcast, berikut pertanyaan yang sering muncul tentang membuat episode.

5. Berapa Lama Durasi Episode Podcast?

Durasi podcast hanya bergantung pada konten. Jangan kurangi konten yang bagus ataupun bertele-tele!

Berapa lama untuk kamu menyampaikan sebuah pesan? Jika kamu bertanya kepada pendengar podcast, episode pendek mungkin kurang dari 15 menit. Dan episode panjang mungkin akan lebih dari satu jam.

Banyak yang merujuk waktu perjalanan (sekitar 20 menit) sebagai durasi yang tepat. Tetapi episode dari 20 hingga 45 menit juga dapat dikategorikan sebagai “sweet spot“.

Namun, jangan terlalu khawatir tentang angka-angka ini, kamu dapat memutuskan durasi episode kamu dengan mempertimbangkan konten dan audiens kamu.

Jika kamu memiliki 50 menit konten bermanfaat dan relevan, jangan memotongnya menjadi 20 menit. Sebaliknya, jika kamu sudah menyampaikan semua dalam 10 menit, mengapa menambahkannya menjadi 30?

Dalam kasus yang ekstrem, misalkan kamu melakukan wawancara dan itu adalah percakapan yang keren selama 2 jam. Kamu dapat membaginya dalam dua episode.

Seiring waktu, pendengar kamu akan memberi tahu jika mereka merasa episode kamu terlalu pendek atau terlalu lama. Cobalah untuk mensurvei audiens untuk mengumpulkan data seperti ini, sehingga dapat kamu sesuaikan.

Ketika kamu memiliki data tersebut, kamu tidak perlu tetap pada durasi yang sama setiap kali. Sebaiknya kamu memiliki rata-rata durasi sehingga pendengar kamu paham apa yang diharapkan.

Akhirnya, durasi sebenarnya bisa menjadi faktor ‘unik’. Episode pendek 4 menit bisa cocok untuk tipe pendengar tertentu, atau wawancara substantif dan mendalam dalam 3 jam mungkin cocok dengan yang lain. Pikirkan apakah durasi mungkin merupakan pilihan unik yang disengaja untuk kamu.

6. Seberapa Sering Kamu harus Merilis Episode Baru?

Ini adalah salah satu pertanyaan terbesar untuk pemula.

Inilah jawabannya: Jadwal terbaik biasanya adalah jadwal yang dapat kamu penuhi secara teratur.

Jadi, jika kamu hanya bisa mengelola sebulan sekali, itu tidak masalah. Jika kamu bisa mengelola setiap 2 minggu, bahkan lebih baik. Jika kamu dapat mengelola setiap minggu, maka itu hebat.

Kamu dapat memiliki impact dengan acara tiap dua minggu, atau bulanan, tetapi ingat audiens kamu memiliki rutinitas dan memanfaatkannya bisa sangat lukratif untuk podcast kamu.

Jangan berpatok pada deadline, kamu akan memiliki dampak yang lebih besar jika mengeluarkan satu episode yang berkualitas dalam sebulan daripada episode yang biasa saja setiap minggu.

Seasonal Podcasting

Membagi podcast kamu dalam season atau serial membuat kamu keluar dari rutinitas publikasi, dan dapat membawa kesenangan kembali ke podcasting!

Memulai podcast tidak harus seperti berlari di atas treadmill, dimana kamu harus mengeluarkan episode baru setiap minggu/dua minggu/bulan. Kamu dapat mengambil contoh dari acara TV dan membuat podcast dalam bentuk serial.

Saat kamu membuat seasonal podcast, setiap season dapat memiliki temanya sendiri. Kamu dapat membuat episode berdasarkan tema atau topik tersebut selama 6-12 episode, kemudian mengambil jeda. Setelah satu atau dua bulan, kamu dapat meluncurkan season baru dengan tema / topik lain dan mengulangi proses yang sama.

Ini yang dilakukan podcast Teman Tidur oleh Dera Firmansyah yang membagi podcastnya dalam season. Meskipun tidak banyak perubahan topik, tapi Dera bisa mengambil jeda produksi.

Ataupun Suara Puan dengan mengisi season pertama dan kedua dengan karya puisinya sendiri dan pada season ketiga berkolaborasi dengan penulis puisi lainnya. 

Jika konten kamu sesuai untuk itu, kamu bahkan dapat mengubah setiap season menjadi kursus atau ebook. Namun satu tantangan dari seasonal podcast ini adalah kamu dapat kehilangan momentum dan minat audiens selama jeda publishing.

Jika kamu siap untuk itu, dan menjelaskan kapan akan dirilis lagi season baru, maka kamu dapat mengatasi masalah tersebut.

7. Menamai Episode

Sama seperti memilih nama untuk acara podcast kamu, memilih judul yang baik, mudah dicari, deskriptif untuk episode kamu juga penting.

Kesalahan terbesar dalam penamaan episode kamu dengan menamai “Episode 1”, “Episode 2”, dan seterusnya. Audiens kamu akan bingung dengan isi dari episode kamu. Inti dari podcast adalah orang-orang mendengarkannya, jadi beri mereka alasan untuk mengklik salah satu episode kamu.

Jelaskan kepada orang-orang apa yang akan mereka dapatkan dengan mendengarkan acara kamu. Kamu dapat memberikan judul episode kamu dengan dengan judul seperti “Tips dan Trik untuk …”, “Fakta Unik…”, “Cara Jitu…”dll yang menjadi pendekatan umum dan populer podcaster.

Kamu hanya perlu memastikan bahwa apa yang kamu sampaikan dalam episode tersebut adalah apa yang kamu cantumkan dalam judul.

Manfaat lainnya yaitu iTunes, Spotify dan platform podcast pada umumnya memungkinkan pencarian berdasarkan nama episode.

Jadi kamu dapat muncul tidak hanya untuk judul podcast, tetapi untuk kata kunci dalam nama episode kamu. Itu memberi kamu jangkauan tambahan jika dapat menamai acara dan episode kamu dengan tepat

8. Memilih Format Podcast

Format yang kamu pilih benar-benar keputusan pribadi, dan tergantung pada siapa yang terlibat! Misalnya jika kamu memproduksi podcast sendiri, kamu tidak perlu melakukan acara co-host dalam waktu dekat.

Konteksnya mirip dengan durasi podcast kamu: walaupun bagus untuk memiliki format ‘rata-rata’, jadi pendengar kamu tahu apa yang diharapkan dan tidak harus terus menggunakan format yang sama setiap waktu.

Kamu mungkin merasa nyaman dengan format tertentu dan menyesuaikan diri dengan alur, atau kamu lebih suka pendekatan variatif. Ini sepenuhnya terserah kamu. Untuk tahu format acara podcast yang umum, simak penjelasan berikut.

Acara Solo

Juga dikenal sebagai monolog. Format ini banyak digunakan, seperti konten original Wavesuara Paranormal Activity dan Dunia Distopia.

Kelebihan

Kamu tidak perlu bergantung pada orang lain untuk merekam episode, dan tidak perlu membangun reputasi sebagai otoritas pada subjek kamu. Podcast juga milik kamu secara eksklusif, sehingga dapat melakukan panggilan sponsor dan monetisasi dengan lebih mudah tanpa membagi keuntungan dengan siapa pun.

Tantangan

Mungkin gaya pertunjukan yang paling menakutkan bagi podcaster pemula. Salah satu tantangan terbesar dari pertunjukan solo adalah mengatasi perasaan bahwa kamu sedang ‘berbicara kepada diri sendiri’ dan menyadari bahwa kamu sebenarnya sedang berbicara dengan pendengar.

Acara Co-Hosted

Bersama teman atau kolega. Misalkan acara Randy and Gustika are Unqualified, Rapot dengan empat hostnya Reza, Anka, Radhini, Abigail.

Randy and Gustika are Unqualified
Rapot Podcast

Kelebihan

Cara terbaik untuk mengatasi ‘ketakutan mic’ atau merekam sendirian adalah mengobrol di acara itu dengan orang lain. Jika kamu menemukan teman yang tepat, kamu memiliki seseorang untuk bertukar wawasan, berdebat, atau bercanda.

Beberapa podcast dengan format ini menunjukan chemistry yang hebat di antara host yang menarik untuk pendengar.

Tantangan

Kamu tidak hanya perlu menyisihkan waktu untuk merekam, tetapi waktu untuk menyesuaikan bersama host lainnya. Ada juga pertanyaan tentang kepemilikan: siapa pemilik podcast itu, apakah kamu membagi penghasilan 50/50 di masa depan? Dan apa yang terjadi jika host lain kehilangan minat atau memutuskan berhenti di masa depan?

Acara Wawancara

‘Meminjam’ keahlian atau nilai hibur orang lain. Misal acara Her Story oleh Women Talk Radio atau Obrolan Babibu bersama Esha dan Anka. Wavesuara juga mengkurasikan konten Youtube dengan format ini di WavesTalks.

Kelebihan

Berbicara dengan orang yang disegani, disukai atau menarik untuk kamu atau audiens. Melakukan format wawancara memberi kamu kesempatan untuk mengobrol dengan berbagai macam orang.

Selain itu, tamu kamu memiliki audiensi mereka sendiri yang dapat mendengarkan wawancara dan akhirnya mengikuti podcast kamu. Jika dilakukan dengan benar, kamu dapat menumbuhkan audiens dengan cara ini.

Tantangan

Wawancara adalah keterampilan yang harus kamu asah melalui latihan, jadi jangan langsung mendekati A-listers. Kamu harus terus-menerus menemukan dan mendekati calon tamu, menjadwalkan wawancara, dan mengundang orang lain untuk muncul (secara langsung atau digital). Kamu juga harus memastikan teknologi (seperti Skype) agar berfungsi dengan baik di setiap panggilan.

Format Lainnya

Selain format yang telah dibahas terdapat banyak format lain yang tidak begitu umum digunakan, tetapi mungkin cocok untuk kamu.

Misalnya, 

Roundtable – Satu host reguler dan sejumlah tamu, berbicara melalui satu topik tertentu (misalnya Unfaedah Podcast dari Lawless Jakarta).

Dokumenter – Narator menuntun kamu melalui berbagai wawancara, percakapan, dan klip di lokasi untuk melukis gambar (mis. Serial Killer)

Docu-Drama – Campuran antara drama dan dokumenter. Menawarkan pembelajaran dan info, tetapi dengan cara yang menghibur (mis. Do You See What I See).

Artikel lebih lanjut mengenai format podcast disini.

Merekam Podcast

Kalau kamu sudah mantap hati dengan perencanaan acara podcast kamu, sekarang kita akan membahas bagaimana teknis memulai produksi.

9. Peralatan Rekaman

Minimum yang kamu perlukan untuk merekam podcast adalah komputer dengan mikrofon internal dan akses ke internet. Meskipun ini menekan biaya yang kamu keluarkan tapi tentunya juga akan membatasi kualitas suara podcast.

Untuk itu pengaturan mikrofon USB sederhana dapat memberikan hasil yang bagus jika kamu memilih mic yang tepat. Akan jauh lebih baik untuk mencoba alat tersebut sebelum kamu investasi pada peralatan audio.

Rekomendasi dari indovoiceover sendiri:

Ingin mengetahui lebih banyak tentang peralatan yang kamu butuhkan, lihat review indovoiceover.

10. Software Rekaman & Pengeditan

Saat menyambungkan mikrofon USB ke komputer, kamu akan memerlukan beberapa software untuk merekam dan mengedit audio.

Berita baiknya adalah ini tidak perlu dikenakan biaya apapun, ada banyak program gratis yang tersedia seperti disebut Audacity, Anchor, Reaper, Garageband dan sebagainya.

Kamu dapat mencoba terlebih dahulu mana yang lebih cocok dengan kebutuhan kamu. Apabila kamu ingin merogoh kocek untuk editing dan fitur lebih profesional, terdapat software berbayar seperti Adobe Audition, Logic Pro.

11. Membuat Skrip Acara

Menulis skrip podcast

Setelah menyiapkan mikrofon dan software pengeditan, kamu siap untuk menekan ‘Record’ – tetapi apa yang akan kamu katakan? Di situlah skrip penting untuk disiapkan.

Ketika kita berbicara tentang skrip, mudah untuk membayangkan esai mendalam yang akan dibacakan kata demi kata untuk menjadi episode podcast. Pendekatan itu bisa berhasil, tetapi itu hanya untuk acara yang benar-benar sangat diproduksi, sangat diedit.

Mengapa? Sebagai permulaan, setiap hari dibutuhkan waktu untuk menulis, jadi jika kamu bekerja sendiri, kamu akan sulit mengelolanya setiap minggu.

Selanjutnya, kecuali kamu sudah banyak berlatih, seperti yang dimiliki oleh banyak presenter beken, sangat sulit untuk tidak terdengar seperti sedang membaca. Dan banyak audiens menganggap mendengarkan seseorang membacakan naskah membosankan.

Sifat intim dari podcasting jauh lebih cocok untuk menjadi percakapan, bukan khotbah. Jadi cobalah untuk mempersiapkan acara kamu yang telah ditulis dengan poin-poin penting dari semua yang ingin kamu sampaikan. Ini akan menjadi lebih mudah seiring waktu dengan latihan, sampai akhirnya menulis naskah lengkap kurang diperlukan.

12. Berbicara “dengan” Mic

Berbicara dengan mikrophone ketika rekaman podcast

Ini mungkin hal yang paling sulit untuk ditaklukkan ketika mempelajari cara memulai podcast. Kamu jangan menyulitkan diri sendiri dengan membayangkan bahwa kamu sedang “berbicara kepada diri sendiri” atau “berbicara dengan mikrofon”.

Alih-alih, fokuslah berbicara dengan satu orang. Sebelumnya kamu telah menentukan persona, jadikanlah persona tersebut lawan bicara kamu. Jika kamu seorang pebisnis, kamu mungkin sudah membuat sketsa persona atau “avatar” ini. Ingat, avatar pada dasarnya adalah pelanggan / pendengar ideal.

Saat membuat persona itu, terserah kamu berapa banyak detail yang ingin dimasukkan. Umumnya dari segi bisnis akan memberikan detail seperti pekerjaan, hobi, minat, keluarga, teman, dll.

Tapi yang penting bukan seberapa detail namun bagaimana kamu dapat bercakap dengan mereka sehingga dapat terdengar jauh lebih natural dan menarik.

Ini berarti bahwa setiap orang yang mendengarkan merasa seperti kamu sedang berbicara langsung kepada mereka. Dan ini mengarah pada membangun dan memperkuat hubungan dari waktu ke waktu.

13. Tamu Jarak Jauh atau Co-Host

Apakah host atau orang yang ingin kamu diwawancarai dari negara lain? Tidak sulit untuk merekam obrolan kamu dengan mereka. Cara yang paling umum untuk melakukan ini adalah menggunakan Skype dan merekam panggilan.

Ataupun kamu dapat menggunakan platform atau aplikasi panggilan jarak jauh lainnya yang memiliki fitur rekam pembicaraan seperti Ecamm, ezTalk Meeting dan sebagainya.

Memproduksi Podcast

Perhentian berikutnya yaitu produksi! Di sinilah mengedit, menyatukan audio yang berbeda, menambahkan musik atau efek dan memastikan semuanya terdengar hebat dengan EQ, leveling, kompresi, dan banyak lagi.

14. Mengedit Podcast

Ada baiknya apabila software untuk merekam yang kamu gunakan juga dapat mengedit audio kamu seperti Audacity. 

Salah satu opsi paling sederhana yaitu Alitu: The Podcast Maker oleh The Podcast Host. Untuk pemula yang tidak pernah mengoperasikan software pengeditan sebelumnya, mungkin kamu khawatir bahwa kamu tidak memiliki anggaran untuk melakukan outsourcing produksi, tetapi juga tidak punya waktu untuk mempelajari semuanya.

Alitu itu sangat mudah digunakan, dan akan mengurus pemrosesan, pengeditan, dan penerbitan podcast kamu, tanpa memerlukan software pengeditan yang sebenarnya. 

15. Musik untuk Podcast Kamu

Tidak ada aturan yang mengatakan podcast kamu harus memiliki musik, tetapi banyak yang memilih untuk menambahkan beberapa di awal dan di akhir untuk menambah kesan profesional.

Meskipun kamu mungkin melihat film atau acara TV dengan musik intro 1 menit, jangan lakukan hal yang sama untuk podcast kamu. Tambahkan cukup seperlunya sesuai dengan target audiens kamu. 

Musik apa yang bisa kamu gunakan?

Ada banyak situs web yang memiliki musik yang dapat kamu gunakan secara legal di podcast kamu. Jenis musik ini biasanya akan disebut sebagai royalty free, stok, atau perpustakaan music (music library).

Biasanya dengan membayar satu kali biaya akan memberikan hak untuk menggunakannya di acara kamu, atau sekarang kamu bisa mendapatkan langganan yang memberi akses ke direktori premium.

Kamu juga menemukan musik gratis jika kamu mencari musik yang berlisensi ‘creative commons’, tetapi seringkali digunakan dan tidak menjamin kualitas dari musik tersebut .

Ada juga berbagai tingkat lisensi creative commons. Beberapa sangat liberal, sementara yang lain melarang kamu menggunakan musik itu untuk tujuan komersial. Jangan lupa untuk selalu periksa situs sumber dan pastikan kamu memiliki izin untuk menggunakan karya musik tertentu.

Di Mana Kamu Dapat Menemukan Musik Podcast?

Ada beberapa tempat bagus untuk mendapatkan musik podcast. Tersedia opsi gratis: Incompetech, Youtube Audio Library, Bensound, Ashamaluevmusic.

Tapi ingat, karena mereka adalah sumber gratis, musiknya sangat umum dan sering digunakan. Kamu pasti pernah mendengarnya di semua tempat, dan mengurangi keunikan dari musik kamu.

Jika kamu dapat ingin mendapatkan musik yang lebih unik. Kamu dapat mencari di Jamendo, dimana kamu bisa mendapatkan musik royalti gratis dengan satu kali pembelian.

Ataupun Audioblocks, yang merupakan layanan berlangganan bulanan. Untuk berlangganan itu, kamu mendapatkan akses ke lebih dari 100.000 musik, loop dan efek suara untuk meramaikan acara kamu.

Audioblock memungkinkan kamu menggunakan musik mereka selamanya, jadi cobalah selama sebulan, unduh serangkaian lagu, dan cobalah.

Alternatif lainnya, kamu dapat meminta teman atau band musik untuk membuat sesuatu untuk kamu, atau menggunakan salah satu lagu mereka yang ada. 

16. Cover Art

Sama seperti judul episode kamu, tayangan pertama adalah segalanya. Memiliki cover yang menarik dan menonjol sangat penting ketika acara kamu berbaris melawan ribuan orang lain di platform podcast.

Sama seperti musik, lisensi creative commons juga dapat ditemukan dalam seni visual. Banyak podcaster yang menggunakan creative commons / stock gambar untuk membuat sampul pada platform seperti Canva.

Idealnya, sampul kamu berukuran 1400 x 1400 piksel, dalam format JPG atau PNG, dan berukuran di bawah 500 KB. Tetap berpegang pada spesifikasi ini dan ini akan membantu kamu menghindari masalah dalam direktori seperti iTunes.

Karya seni kamu akan sering dilihat oleh pendengar potensial dalam format yang jauh lebih kecil, jadi hindari mengacaukannya dengan detail yang dapat mengubahnya menjadi berantakan. Ini harus dapat dibaca dengan jelas ketika hanya sekitar 200px.

Mempublikasikan Podcast

17. Cara Memublikasikan Podcast Kamu

Ketika ingin mendapatkan podcast kamu di luar sana agar semua orang dapat mendengar, kamu memerlukan akun hosting podcast, kadang-kadang disebut host media.

Host Podcast adalah layanan yang menyimpan audio kamu dan memungkinkan pendengar kamu mendengarkan, mengunduh, dan berlangganan podcast kamu.

Satu kesalahpahaman umum ketika mempelajari cara membuat podcast adalah kamu mengunggah podcast ke tempat-tempat seperti iTunes. Ini sebenarnya bukan masalahnya.

Singkatnya, kamu perlu mendaftar dengan layanan hosting media untuk meng-host file audio kamu, dan kamu dapat memiliki situs web yang diatur di situs mereka untuk mengirimkannya, atau menempatkannya di situs web kamu sendiri yang sudah ada. 

Dengan host media ini kamu dapat mengirimkan podcast kamu ke berbagai platform yang didukung seperti Apple Podcast, Spotify dsb yang menjadi tempat pendengar dapat menemukan, berlangganan, dan mengunduhnya.

platform podcast hosting

Jika kamu baru memulai dan menjalankan acara hobi, hosting gratis dapat menjadi opsi yang baik untuk menjaga hal-hal baik dan mudah seperti Podbean, Buzzsprout, Spreaker, Podiant dan Anchor. Mengingat ini layanan gratis ada keterbatasan fitur dan kapabilitas.

Tetapi, jika kamu ingin lebih banyak kontrol, lebih banyak alat, branding kamu sendiri dan memiliki ruang untuk podcast kamu, maka kamu dapat membuat situs web sendiri untuk itu dengan membeli web hosting terpisah.

Jika kamu sudah memiliki situs web untuk bisnis atau merek kamu, maka kamu tidak perlu hosting web tambahan – kamu hanya dapat menyiapkan podcast di situs web utama kamu.  Atau, kamu dapat mengatur situs web WordPress baru untuk podcast kamu.

Langkah Selanjutnya

18. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Setelah podcast kamu dirilis dan dipublikasikan, saat itulah kamu akan mulai berpikir tentang promosi dan membangun audiens kamu.

Jangan lupa untuk terus memperhatikan perkembangan audiens dan tren disekitar kamu, sehingga kamu dapat terus memproduksi podcast dengan konten dan strategi yang tepat sasaran. 

Jika kamu memulai podcast dan secara konsisten mengirimkan konten yang menarik untuk audiens kamu, maka kamu pada akhirnya akan berada dalam posisi untuk memikirkan untuk mendapatkan uang dari podcast juga. Ini yang podcaster besar lakukan.  

Untuk memastikan kamu tahu apa yang perlu dilakukan kamu dapat membaca artikel lainnya di Wavesuara!

Selamat memulai!

WaveSuara membangun aplikasi super platform audio mulai dari podcast, audiobooks dan audio learning. Kita bekerja sama dengan podcaster, influencers dan ahli audio untuk memproduksi acara menghibur dan edukatif, dan merilisnya di platform populer lainnya Spotify, Google Play, iTunes dan masih banyak lagi. Ikuti perkembangan kami di Facebook, Instagram dan kunjungi laman lainnya di wavesuara.com untuk informasi lebih lanjut.